Pertama kali saya mendengar istilah
Tarbiyah saya merasa bingung karena tidak bisa membedakan antara tarbiyah
dengan dakwah. Setelah saya membaca dan banyak berdiskusi dengan
orang-orang bijak, ternyata keduanya adalah suatu hal yang berbeda. Dakwah
memiliki pengertian mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan dan menghindar
pada perbuatan buruk, sedangkan tarbiyah memiliki pengertian pendidikan diri
seseorang baik menumbukhan maupun mengembangkan potensi yang ia punya. Di dalam
Al-Qur’an banyak sekali dijumpai kata Ar-Rabb yang menurut Ibnu Manzhur,
diturunkan dari akar yang sama dengan kata tarbiyah. Senada dengan itu, Imam
Baidhawi menjelaskan bahwa pada dasarnya kata Rabb itu bermakna tarbiyah yang artinya
memproses sesuatu hingga tercapai kesempurnaan secara bertahap. Dari makna itu,
Abdurrahman Al-Bani mengambil empat pokok penting dalam pelaksaan tarbiyah.
Pertama, menjaga dan memelihara fitrah obyek didik. Kedua, mengembangkan bakat
dan potensi obyek didik sesuai kekhasan masing-masing. Ketiga, mengarahkan
potensi dan bakat tersebut agar mencapai kebaikan dan kesempurnaan. Keempat,
seluruh proses tersebut dilaksanakan secara bertahap.
Terdapat dua komponen dalam proses
tarbiyah yaitu murabbiyah dan mutarabbiyah. Murabbiya atau yang sering dikenal
mentor merupakan orang yang memberikan pendidikan pembinaan kepada
mutarabbiyah. Sedangkan mutarabbiyah merupakan peserta binaan.
Tujuan tarbiyah sebagaimana
dituliskan Dr. Ali Abdul Halim Mahmud, adalah “menciptakan keadaan yang
kondusif bagi manusia untuk hidup di dunia secara lurus dan baik, serta hidup
di akhirat dengan naungan ridha dan pahala Allah SWT”
Muwashafat Tarbiyah
Muwashafat adalah sifat-sifat atau
karakter individu yang menjadi tujuan akhir tarbiyah sesuai tahapannya.
Muwashafat tarbiyah mencakup sepuluh poin cirri pribadi muslim sebagai berikut
:
1.
Aqidah yang Lurus
Banyak sekali fakta di masyarakat
Islam yang mengalami penyimpangan aqidah yang sangat beragam. Banyak dari
mereka yang percaya kepada dukun, paranormal, tukang ramal, bahkan hingga
mendatangi kuburan untuk meminta pertolongan. Dengan program tarbiyah, seorang
muslim diarahkan untuk menghindari berhubungan dengan jin, tidak datang ke
tempat peramal, dukun, mengusap-usap kuburan untuk meminta pertolongan, atau
penyimpangan-penyimpangan akidah yang lain. Selain itu, seorang muslim juga
harus pandai menyikapi berbagai ideology seperti liberalisme, kapitalisme,
sosialisme, feminism, dll.
2.
Ibadah yang Benar
Ibadah adalah bentuk penghambaan
manusia kepada Tuhannya yaitu Allah SWT dengan tata cara tertentu. Dalam
tarbiyah, seorang muslim dituntun untuk dapat mengerjakan ibadah yang benar
agar terhindar dari kesalahan dalam ibadah yang mengakibatkan tidak diterimanya
ibadah kita kepada Allah SWT. Tidak hanya memperhatikan kebenaran dalam
beribadah tetapi juga waktu pelaksanaannya, frekuensinya, dan kekhusyukannya.
Seorang muslim akan dibiasakan shalat qiyamul lail, bersedekah, berpuasa
sunnah, menjaga tubuh dari dosa, membaca Al-Qur’an, berdzikir kepada Allah, dan
ibadah-ibadah lainnya. Semua itu tentu dilaksanakan secara bertahap untuk
mencapai tujuan.
3.
Akhlak yang Terpuji
Tarbiyah senantiasa mendidik seorang
muslim agar merakhlak terpuji seperti yang dicontohkan Rasulullah. Akhlak yang
mulia itu seperti : menyayangi yang muda, menghormati yang tua, memenuhi janji,
berbakti pada orang tua, menutup aib orang lain, memiliki rasa malu untuk
berbuat kesalahan, dsb. Selain itu seorang muslim juga dibiasakan untuk menghindari
perbuatan tercela seperti : menjauhkan prasangka buruk, menjauhi ghibah atau
membicarakan aib orang lain, tidak sombong, tidak berbohong, tidak mencaci maki
dan lain sebagainya.
4.
Sehat dan Kuat Jasmani
Tarbiyah membiasakan seorang muslim
agar menjaga tubuhnya, menjaga kebersihan badan, komitmen dalam berolahraga,
meninggalkan kebiasaan yang berpengaruh buruk pada kesehatan seperti merokok
dan mengkonsumsi makanan yang membahayakan tubuh. Dengan pola hidup sehat
diharapkan seorang muslim dapat memiliki kekuatan, kesehatan, dan kebugaran
fisik.
5.
Intelek dalam Berfikir
Setiap muslim dituntut untuk
memiliki wawasan yang luas. Ia harus dapat memanfaatkan setiap waktu yang
tersedia untuk mencari dan mengembangkan ilmu baik ilmu tentang keislaman
maupun ilmu umum. Dengan tarbiyah, ia juga dibina unuk dapat menyadari adanya
peperangan Zionisme terhadap dunia Islam, menyadari adanya ghazwul fikr (perang
pemikiran), mengetahui oraganisasi-organisasi terselubung yang membahayakan
umat Islam. Pendidikan ini dilakukan agar umat Islam berhati-hati dalam
bersikap dan berdakwah.
6.
Melawan Hawa Nafsu
Dengan tarbiyah, individu muslim
diarahkan untuk memerangi hawa nafsunya dan bersungguh-sungguh melawan rayuan
setan yang menjerumuskan manusia ke dalam kejahatan dan kebatilan. Seorang
muslim akan dibiasakan untuk menjauhi yang haram, menjauhi tempat-tempat
maksiat, tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan, dan selalu menyertakan
niat baik dalam segala aktivitas.
7.
Pandai menjaga Waktu
Setiap muslim wajib untuk menghargai
waktu yang diberikan oleh Allah SWT. Kita harus mampu memeliharanya agar
terhindar dari kelalaian. Waktu kita amat terbatas sedangkan kewajiban kita
sangat banyak. Untuk itu, kita dituntut agar tidak menunda pekerjaan. Apbila
sebuah pekerjaan bisa dilakukan sekarang, maka lakukanlah sekarang, jangan
ditunda-tunda. Kebiasaan mentolerir keterlambatan akan menjadi watak dan
karakter yang sangat tidak sesuai dengan syariat Islam. Individu muslim harus
hendaknya memberi contoh keteladanan dalam ketepatan waktu.
8.
Teratur dalam Segala Urusan
Dalam kehidupan keseharian,
kemampuan memanage sangatlah dibutuhkan untuk mengatur sebuah urusan dari
mengatur kos atau tempat tinggal, mengatur perabotan atau peralatan, mengatur jadwal
kegiatan, mengelola berbagai amanah, hingga mengatur kelompok bekerja. Segala
hal yang teratur akan mudah untuk diselesaikan dan terhindar dari kegagalan.
9.
Memiliki Jiwa Kemandirian dari Segi Ekonomi
Setiap individu muslim dituntut agar
mempuyai potensi dan kreativitas dalam menyelesaikan malasah kehidupan. Program
tarbiyah akan mengarahkan setiap individu muslim untuk memiliki spesialisasi
agar bisa mendapatkan kemanfaatan finansial dari spesialisasi tersebut. Kita
juga dibiasakan untuk menjauhi sumber penghasilan haram, menjauhi riba,
menjauhi judi, memperbanyak infaq dan sadaqah, dan menabung walaupun sedikit.
10.
Bermanfaat bagi Orang Lain
Jangan sampai keberadaan kita di
tengah masyarakat tidak memberi manfaat pada orang sekitar kita atau justru
malah menjadi masalah bagi orang lain. Banyak sekali hal yang bisa kita lakukan
untuk memberi kebermanfaatan kepada orang lain. Memberi pertolongan medis
kepada orang sakit, hingga memberi pertolongan logistik atau barang. Ikut
mengumpulkan bantuan bagi daerah yang terkena bencana, hingga ikut peduli pada
krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina, Irak, dll. Bentuk bantuan yang
bisa kita berikan dapat berupa uang, jasa, sehingga kita ikut berperan dalam
membantu sesama muslim.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar